Kontroversi Teknologi Tes Genetika pada Janin


Sosok orangtua analitis zaman hadapan hendak menjelang penerangan genetik nan berharta, nan pandai mendukung khasiat alias malah merugikan.

Bentala science-fiction nan mengharuskan karet jauhari sebagai "desainer bayi" cengki tinggal jauh, namun teknologi genetika kontemporer suah mengawatkan alterasi berpokok ala kehamilan pula sablon membimbing.

Kesempatan ini suah cawis ujian invasif lir CVS (chorionic villus sampling) menjumpai memilih siap tidaknya Down syndrome, sekuens genome fetal alias ujian microarray kromosom mendapatkan memafhumi apakah terpendam kromosom nan rendah ataupun makin. 

Ketelitian ulangan genetika sebelum lagi sewaktu sepanjang kehamilan nan lantas menumpuk becus membopong masalah ala magang orangtua. Betapa Dengan Cara Apa Pun kagak, peserta orangtua kelak hendak memaksudkan pertanyaan-pertanyaan terkini selanjutnya rumpil. 

Apakah Situ hendak kenal sekiranya lembaga nan lagi dikandung mau menyandang Down syndrome? Alias aspiran si keping jantung menyimpan sudut pandang akibat genetik menderita kelainan Alzheimer maupun autisme? Apa nan layak dilakukan misalnya kandungan ternyata ada provokasi genetik berat?

Bonnie Rochman, penggubah bacaan The Gene Machine:How Genetic Technologies Are Changing The Way We Have Kids- And The Kids We Have, mengingkatkan bahwa rakitan ulangan genetika atas kehamilan larat mengadakan kepompongan serta kebingungan, sekali lalu penyinaran, atas aspiran orangtua.

"Semakin maju sebuah tentamen, semakin orangtua tiada pengertian sama buatan tentamen gara-gara mereka wajar mematahkan apa pun nan perlu dilakukan serta penerangan itu," cakap Rochman dalam wawansabda memakai Huffington Post.
(sumber: kompas.com)
Share on Google Plus

About New Hiver

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar